
SEAMS Gelar Konsultasi Publik Menjelang Peluncuran Koleksi Jakarta
11 Jun 2026
Menjelang peluncuran Platform Koleksi Jakarta pada 30 Juni 2026, Southeast Asia Museum Services (SEAMS) menyelenggarakan dua forum diskusi daring bersama Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat umum sebagai bagian dari konsultasi publik untuk menghimpun masukan dari museum dan masyarakat sebagai calon pengguna platform.
Koleksi Jakarta merupakan platform digital yang dikembangkan melalui Koleksi Kita, sebuah inisiatif kolaboratif antara SEAMS dan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang dijalankan sejak 2024 untuk mendukung standardisasi dan katalogisasi koleksi di 11 museum milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Platform ini akan mengintegrasikan ribuan data koleksi museum dan terhubung dengan website resmi Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta sehingga masyarakat dapat mengakses informasi koleksi museum melalui satu pintu layanan digital.
Konsultasi publik dilakukan untuk memastikan bahwa dua sistem yang sedang dikembangkan, yakni Sistem Manajemen Koleksi (CMS) bagi museum dan Platform Koleksi Jakarta yang akan diakses publik mampu menjawab kebutuhan para penggunanya, relevan, mudah digunakan, dan memberikan pengalaman akses yang inklusif sebelum diluncurkan secara resmi.
Forum diskusi ini melibatkan lebih dari 70 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, staf dari 11 museum yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta masyarakat umum. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal dan mencoba langsung Sistem Manajemen Koleksi maupun Platform Koleksi Jakarta yang sedang dikembangkan, sekaligus memberikan tanggapan terkait fitur, alur penggunaan, aksesibilitas, serta pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Konsultasi publik ini menjadi bagian penting dalam proses pengembangan Koleksi Jakarta. Selain memastikan sistem dapat mendukung kebutuhan pengelolaan koleksi museum, kegiatan ini juga bertujuan memastikan platform yang akan digunakan masyarakat dapat diakses oleh beragam kelompok pengguna, termasuk peneliti, pendidik, pelajar, wisatawan, serta penyandang disabilitas.
Salah satu forum diskusi difokuskan pada pengenalan dan uji coba Sistem Manajemen Koleksi (CMS) yang akan digunakan oleh museum untuk mengelola data koleksi secara digital. Dalam sesi ini, perwakilan museum dan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mencoba berbagai fitur sistem sekaligus memberikan masukan terkait kebutuhan pengelolaan koleksi, alur kerja, serta implementasi sistem dalam jangka panjang.
"Kami ingin memastikan sistem ini relevan dengan kebutuhan museum dan Dinas Kebudayaan. Karena itu, kami membutuhkan masukan terkait alur kerja sistem hingga fitur-fitur yang dianggap penting," ujar Dyah Padam Mitayani, Edukasi dan Desain Spesialis SEAMS sebelum simulasi pengenalan Sistem Manajemen Koleksi.
Menurut Mita, Sistem Manajemen Koleksi yang dikembangkan tidak bertujuan mengubah mekanisme kerja yang telah berjalan, melainkan mendukung dan mempermudah proses pengelolaan koleksi melalui sistem yang lebih terintegrasi dan terdokumentasi.
Perwakilan museum menyampaikan sejumlah catatan terkait implementasi Sistem Manajemen Koleksi dalam jangka panjang. Salah satu isu yang mengemuka adalah pentingnya keberlanjutan pengelolaan sistem, mulai dari pemeliharaan, pelatihan pengguna, hingga integrasi dengan sistem yang telah digunakan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Perwakilan Museum Wayang, Wandi, berharap Sistem Manajemen Koleksi yang dikembangkan tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga didukung dengan pelatihan yang menggunakan bahasa yang sederhana sehingga staf museum dapat mengoperasikannya secara mandiri.
"Kami berharap pelatihan penggunaan sistem nantinya disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Dengan begitu, ketika sistem ini digunakan dalam jangka panjang dan terintegrasi dengan sistem yang ada di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, staf museum dapat mengelolanya dengan lebih percaya diri." ujar Wandi.
Forum diskusi juga melibatkan masyarakat umum sebagai calon pengguna Platform Koleksi Jakarta. Peserta diajak mencoba langsung prototipe platform dan mengeksplorasi berbagai fitur yang tersedia, mulai dari pencarian koleksi, tema-tema kuratorial, hingga fitur eksplorasi yang dirancang untuk membantu publik mengenal koleksi museum di Jakarta dengan lebih mudah.
"Harapannya, seluruh masyarakat dapat mengakses dan mempelajari koleksi museum hanya melalui telepon genggam atau laptop dari mana saja," ujar Dimas Aditya, Software Developer SEAMS saat membuka sesi uji coba platform.
Dimas juga memperkenalkan berbagai fitur utama Platform Koleksi Jakarta, mulai dari menu collections, themes, dan explore, hingga informasi mengenai kegiatan Koleksi Kita sebagai inisiator platform tersebut.
"Mudah-mudahan platform ini dapat menjadi ruang belajar daring bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh koleksi-koleksi museum di DKI Jakarta," kata Dimas.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai masukan yang disampaikan selama diskusi. Sejumlah peserta menyoroti pentingnya kemudahan navigasi, kelengkapan informasi koleksi, pengembangan fitur yang mendukung aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, serta potensi Platform Koleksi Jakarta sebagai sarana pembelajaran dan referensi dalam merencanakan kunjungan ke museum.
Salah satu peserta mengusulkan agar halaman informasi museum dilengkapi dengan panduan transportasi umum dari berbagai titik di Jakarta, informasi harga tiket, hingga tautan menuju layanan pembelian tiket secara daring.
"Pada bagian informasi museum, akan sangat membantu jika ditambahkan panduan transportasi umum dari beberapa titik lokasi yang mudah dikenali. Selain itu, akan lebih lengkap jika tersedia informasi harga tiket atau tautan menuju layanan pembelian tiket secara daring." ujar Farel, salah satu peserta forum diskusi publik platform Koleksi Jakarta.
Peserta juga membayangkan Platform Koleksi Jakarta dapat menjadi referensi awal bagi masyarakat maupun wisatawan sebelum berkunjung ke museum. Menurut mereka, platform ini tidak hanya bermanfaat bagi pengunjung yang telah datang ke museum, tetapi juga bagi masyarakat yang masih merencanakan kunjungan.
"Saya bisa membayangkan saat merencanakan wisata ke Jakarta, orang-orang dapat melihat terlebih dahulu koleksi museum melalui website ini. Menurut saya, itu menarik."
"Saya menyukai desain prototipe website ini. Menurut saya, website ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang merencanakan kunjungan ke museum. Mereka dapat mengenal museum beserta koleksinya terlebih dahulu sebelum datang secara langsung." tambah Marsya, salah satu peserta lainnya.
Beragam masukan yang diperoleh dari masyarakat maupun pengelola museum akan menjadi bahan penyempurnaan Sistem Manajemen Koleksi dan Platform Koleksi Jakarta sebelum peluncuran resmi pada akhir Juni mendatang.
Hasil konsultasi publik ini juga akan digunakan sebagai bahan evaluasi menjelang pelatihan penggunaan Sistem Manajemen Koleksi yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli 2026 di Museum Tekstil.
"Harapannya, forum diskusi ini dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan pengelolaan koleksi museum dengan kebutuhan akses publik. Dengan begitu, Koleksi Jakarta dapat menjadi platform yang bermanfaat bagi museum maupun masyarakat luas," tutup Mita.
Koleksi Kita merupakan inisiatif kolaboratif antara SEAMS dan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang bertujuan memperkuat pengelolaan koleksi museum melalui standardisasi data, digitalisasi, dan peningkatan akses publik terhadap warisan budaya Jakarta.
Kegiatan ini didukung oleh US Ambassadors Fund for Cultural Preservation (AFCP), yang berkomitmen mendukung pelestarian bangunan bersejarah, situs arkeologi dan budaya, serta objek dan koleksi museum, termasuk berbagai bentuk ekspresi budaya tradisional di negara-negara mitra.